Ada Gajah Dibalik Batu Batunya Hilang Tedongnya Muncul

Aku terinspirasi dari lirik lagu kreatif yang dinyanyikan oleh salah satu band ternama di indonesia.band ini pernah tenar pada tahun 2007 dan meraih penghargaan bergengsi di tanah air. namun saat ini rasanya jadul jika membahas musik pop, ya anggapanku begitu tapi tidak sepenuhnya benar. Banyak yang berpendapat kalau musik dangdut lebih booming dibanding musik pop saat ini, ya mungkin.

Sebenarnya lirik lagu di atas itu salah, aku sengaja mengubahnya agar lebih kreatif menurutku, kata gajah kuubah jadi tedong atau kerbau dalam bahasa suku pattae. Suku pattae itu berwilayah cukup luas dan mayoritas berada pada wilayah pedalaman. Tetapi hari ini saya tidak mau panjang lebar membahas tentang suku pattae, saya hanya ingin membahas tentang tedong.

Tedong ini merupakan hewan yang mirip dengan sapi, cuman yang membedakan terdapat pada tanduknya yang lebih panjang dan lebih tajam dibanding sapi. Sama dengan sapi biasanya hewan ini dijadikan hewan peliharaan oleh peternak. Ya mumpung lagi mau korban jadi kita bahas tentang ternak-ternak.
Hari jumat nanti atau tepatnya besok idul adha berlangsung. Yang pastinya ada banyak umat muslim yang lagi nyiapin bahan makanan seperti yang dilakukan saat-saat lebaran, dan lagi ada yang nyiapin hewan ternak untuk dikorbankan, seperti sapi, kambing, ayam, dll. Ada pertanyaan menarik yg muncul dari hewan korban ini, “kenapa ya aku tidak pernah melihat tedong dikorbankan?”. Pertanyaan itu timbul dalam benakku, mengapa demikian? Akupun tak tahu. Padahal jika dilihat tedong juga kan hewa peliharaan sama dengan sapi. Entahlah.

Tedong di daerahku itu terbilang langka, jarang yang memelihara bahkan tidak ada dalam desa yang kutempati. Terakhir aku melihat ternak hewan itu saat aku ke mamasa, ya saat liburan.

Advertisements